Rabu, 30 Desember 2009

PERCOBAAN PROTEIN

1. Reaksi Biuret

Tujuan

Memperlihatkan bahwa protein mengandung ikatan peptide

Dasar Teori

Gugus CO dan NH dari ikatan peptide dalam molekul protein akan membentuk warna lembayung bila direaksikan dengan ion Cu2+ dalam suasana alkali. Hasil reaksi positif dengan terbentuknya warna lembayung setelah penambahan larutan CuSO4.

Reaksi

Prosedur

Tabung

1

2

Larutan putih telur

2 ml

Larutan gelatin

2 ml

NaOH 10%

2 ml

2ml

Larutan CuSO4

1-10 tetes

1-10 tetes

Hasil (warna)

Lembayung (++)

Lembayung (+)

Gambar



Kesimpulan

Dari hasil percobaan, semua larutan protein bereaksi positif dengan terbentuknya warna lembayung, sehingga menunjukkan adanya ikatan peptida dalam larutan protein tersebut.

2. Reaksi Xantoprotein

Tujuan

Memperlihatkan bahwa protein tertentu mengandung asam amino dengan inti benzena.

Dasar Teori

Nitrasi inti benzena dari asam amino dalam molekul protein (Tirosin, Triptofan, Fenilalanin) menjadi senyawa nitro yang berwarna kuning. Dalam lingkungan alkalis terionisasi dan warnanya berubah lebih tus atau jingga.

Reaksi

Prosedur

Tabung

1

2

Larutan putih telur

2 ml

Larutan gelatin

2 ml

HNO3 pekat

1 ml

1 ml

Terbentuk endapan kemudian panaskan hati-hati sampai larutan berubah kuning dan endapan larut kembali

Dinginkan di bawah keran

Tambahkan tetes demi tetes larutan alkali pekat

Beberapa tetes

Beberapa tetes

Hasil

Jingga (+)

Bening (-)

Gambar


Kesimpulan

Dari hasil percobaan, Larutan putih telur bereaksi positif dengan terbentuknya warna jingga setelah penambahan larutan alkali pekat, sehingga menunjukkan bahwa larutan putih telur mengandung asam amino dengan inti benzene. Sedangkan larutan gelatin tidak bereaksi positif (reaksi negatif) sehingga menunjukkan bahwa larutan gelatin tidak mengandung amas amino dengan inti benzena.

3. Reaksi Millon

Tujuan

Memperlihatkan bahwa protein mengandung asam amino dengan inti fenol (asam amino Tirosin)

Dasar Teori

Nitrasi derivat monofenol dari asam amino tirosin dalam protein.

Reaksi

Prosedur

Tabung

1

2

Larutan putih telur

2 ml

Larutan gelatin

2 ml

Pereaksi millon

Beberapa tetes

Beberapa tetes

Panaskan hati-hati

Hasil

Terbentuk endapan berwarna merah (+)

Tidak terbentuk endapan berwarna merah (-)

Gambar

Kesimpulan

Dari hasil percobaan, larutan putih telur bereaksi positif dengan terbentuknya endapan berwarna merah,sehingga menunjukkan bahwa larutan putih telur mengandung asam amino dengan inti fenol. Sedangkan larutan gelatin tidak bereaksi positif (reaksi negatif) sehinggan menunjukkan bahwa larutan gelatin tidak mengandung asam amino dengan inti fenol.

4. Uji Karbohidrat dalam Protein

Tujuan

Untuk menunjukkan adanya karbohidrat dalam protein.

Dasar Teori

Glikoprotein merupakan salah satu jenis protein konjugasi (protein kompleks) dimana protein berkonjugasi dengan karbohidrat. Hasil positif ditandai dengan adanya cincin ungu pada akhir reaksi.

Reaksi

Prosedur

Kegiatan Percobaan

Pengamatan

Awal

Akhir

Larutan putih telur

+

pereaksi molisch

Putih susu

Terbentuk cincin ungu & larutan berwarna kuning (+)

Larutan gelatin + pereaksi molisch

Bening

Larutan berwarna hijau-kuning (-)

Kesimpulan

Dari hasil percobaan, larutan putih telur bereaksi positif dengan terbentuknya cincin ungu setelah penambahan pereaksi molisch, sehingga menunjukkan adanya karbohidrat dalam larutan putih telur. Sedangkan larutan gelatin tidak bereaksi positif (reaksi negatif) sehingga menunjukkan bahwa dalam larutan gelatin tidak mengandung karbohidrat.

5. Pengendapan Protein dengan Garam Konsentrasi Tinggi (Salting Out)

Tujuan

Memperlihatkan bahwa protein dapat dipisahkan dengan cara diendapkan menggunakan larutan garam dengan konsentrasi berbeda.

Dasar

Protein larut dalam air sebagai larutan koloid. Bila molekul air yang mengelilinginya ditarik, misalnya dengan larutan garam konsentrasi tinggi atau dengan alcohol maka protein akan mengendap. Beberapa jenis protein dalam suatu larutan akan diendapkan oleh garam dengan konsentrasi tinggi yang berbeda.

Reaksi

Prosedur

Tabung

1

Serum

3 ml

Larutan (NH4)2SO4

3 ml

Saring endapan, filtrat di tampung untuk pengendapan albumin

Larutkan endapan dengan NaCl 1%

2 ml

Uji dengan reaksi biuret

Hasil

Terbentuk warna lembayung (+)

Gambar

Tabung

1

Filtrat I

Kristal (NH4)2SO4

Sampai jenuh

Timbul kekeruhan, saring dan larutkan endapan dengan air suling

2 ml

Uji dengan reaksi biuret

Hasil

Terbentuk warna lembayung (+)

Gambar

Tabung

1

Filtrat II

2 ml

Uji dengan reaksi biuret

Hasil

Terbentuk warna lembayung (+)

Gambar

Kesimpulan

Dari hasil percobaan ;

1. Tahap pertama, serum ditambah larutan (NH4)2SO4 sehingga terbentuk endapan (globulin serum), kemudian disaring filtratnya (filtrat I) dan endapannya dilarutkan kembali dengan larutan NaCL 1% sehingga globulin akan larut dan di uji dengan reaksi biuret, hasil reaksi positif dengan terbentuknya warna lembayung.

2. Tahap kedua, Filtrat I ditambah Kristal (NH4)2SO4 sampai jenuh sehingga terjadi kekeruhan, kemudian disaring filtratnya (filtrat II) dan endapannya dilarutkan kembali dengan air suling dan di uji dengan reaksi biuret, hasil reaksi positif dengan terbentuknya warna lembayung.

3. Tahap ketiga, Filtrat II langsung di uji dengan reaksi biuret, hasil reaksi positif dengan terbentuknya warna lembayung.

Dapat disimpulkan, bahwa protein dalam serum dapat diendapkan dengan garam konsentrasi tinggi [(NH4)2SO4].

6. Kelarutan Protein pada Kondisi Lingkungan Ekstrim

Tujuan

Memperlihatkan bahwa sifat alamiah protein antara lain daya larut, sangat dipengaruhi oleh suhu dan keasaman (pH) tertentu. Perubahan yang ekstrim dari salah satu dari kedua factor ini akan merusak sifat alamiah protein (Denaturasi) yang tampak dengan hilangnya daya larut.

Dasar

Sifat alamiah protein termasuk daya larut tampak bila struktur tersier protein tersebut dalam suhu dan pH tertentu dapat berinteraksi dengan air. Bila salah satu dari kedua factor ini berubah dan molekul protein tidak dapat lagi dikelilingi air. Akibatnya sifat alamiah termasuk daya larut hilang dan protein akan mengendap.

Reaksi

Prosedur

a. Kelarutan Protein Pada Pemanasan

Tabung

1

Larutan putih telur

2 ml

Panaskan dengan api atau pengangas air mendidih

Hasil

(+) Terjadi kekeruhan

Gambar

b. Kelarutan Protein Pada Keasaman Tinggi

Tabung

1

Larutan putih telur

2 ml

H2SO4 pekat, alirkan melalui dinding tabung dengan hati-hati

1 ml

Hasil

(+) Terjadi kekeruhan (terbentuk endapan putih)

Gambar

Kesimpulan

Dari hasil percobaan ;

a. Kelarutan Protein Pada Pemanasan

Larutan putih telur dipanaskan pada penangas air mendidih, hasil reaksi positif dengan terjadinya kekeruhan, sehingga ini menunjukkan bahwa protein akan kehilangan sifat alamiahnya (daya larut) karena pengaruh lingkungan ekstrim (dalam reaksi ini adalah suhu)

b. Kelarutan Protein Pada Keasaman tinggi

Larutan putih telur direaksikan dengan H2SO4 pekat, hasil reaksi positif dengan terjadinya kekeruhan (terbentuk endapan putih), sehingga ini menunjukkan bahwa protein akan kehilangan sifat alamiahnya (daya larut) karena pengaruh lingkungan ekstrim (dalam reaksi ini adalah pH)

7. Pengendapan Protein oleh Logam Berat

Tujuan

Untuk memperlihatkan bahwa logam berat seperti timah hitam (Pb) dan Hg dapat mengganggu sifat protein, antara lain kelarutannya sehingga tidak berfungsi lagi dan mengendap. Disatu pihak logam berat sebagai pencemar lingkungan sangat berbahaya sedangkan dipihak lain sifat ini dipakai sebagai antiseptic pembunuh kuman seperti pada penggunaan sublimat (HgCl2). Keracunan logam berat yang akut maupun kronis dapat dikurangi dengan mengkonsumsi protein dalam jumlah yang lebih banyak seperti susu atau telur. Pada keracunan akut pemberian susu atau putih telur akan mengendapkan logam berat dalam bentuk garam protein, sehingga penyerapan logam berkurang. Pada keracunan kronis fungsi protein sel yang telah rusak oleh ikatan dengan logam berat dapat diimbangi dengan sintesis protein baru yang asam aminonya berasal dari protein makanan ekstrak tersebut.

Dasar

Logam berat termasuk Pb dan Hg dengan protein membentuk garam proteinat yang tidak dapat larut sehingga fungsi protein tersebut hilang.

Reaksi

Prosedur

Tabung

1

2

Larutan Putih Telur

1 ml

1 ml

Larutan Pb asetat

Beberapa tetes

Larutan HgCl2

Beberapa tetes

Hasil

(-) Bening

(+) Terjadi kekeruhan (terbentuk endapan putih)

Gambar

Kesimpulan

Dari hasil percobaan, larutan putih telur ditambahkan dengan HgCl2, hasil reaksinya positif dengan terjadinya kekeruhan (terbentuk endapan putih), sehingga menunjukkan bahwa logam berat dapat mengganggu sifat protein (daya larut) sehingga tidak berfungsi lagi dan mengendap. Sedangkan pada penambahan Pb asetat, hasil reaksinya tidak positif (negatif) karena Pb asetat merupakan larutan asam lemah (ingat kembali Kelarutan Protein Pada Lingkungan Ekstrim/ Pengaruh pH).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar